sejarah awal internet.

Secara umumnya, idea ke arah kelahiran internet telah mula tercetus pada tahun 1957. Pelancaran satelit Sputnik oleh Russia pada masa itu telah menyebabkan Amerika Syarikat menubuhkan ARPA (Advance Research Projects Agency), iaitu sebuah agensi di bawah penyeliaan Jabatan Pertahanan Amerika Syarikat. Objektif utama penubuhan ARPA adalah untuk membangunkan teknologi dalam bidang ketenteraan yang dapat bersaing dengan kuasa luar dalam pelbagai bidang, termasuk sains dan teknologi.

Melalui ARPA, teori pensuisan paket (packet-switching networks: PS-networks) telah diperkenalkan buat kali pertama oleh Leonard Kleinrock, melalui kertas kerjanya yang bertajuk “Information Flow in Large Communication Nets”  pada bulan Julai 1961.  Teori ini kemudiannya telah dimajukan oleh Paul Baran dan telah dibentangkan di Simposium ACM di Gatlinburg, Tennessee pada bulan Oktober 1967.

Teori PS-network seterusnya dipersembahkan kepada ARPA pada tahun 1968. Berikutan dengan itu, cadangan untuk menubuhkan ARPANET telah dikemukakan pada bulan Ogos 1968 dan maklum balas terhadap cadangan tersebut telah diterima pada bulan September tahun yang sama.  Untuk menjayakan ARPANET, University of California Los Angeles telah ditawarkan kontrak untuk memainkan fungsi sebagai Network Measurement Center (NIC) pada bulan Oktober 1968 manakala  Bolt Beranek and  Newman, Inc. (BBN) ditawarkan kontrak “Packet Switch” untuk membina “Interface Message Processors (IMPs)”.

Lanjutan daripada itu, pada tahun 1969 ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) telah dihasilkan. Rangkaian ini menggunakan mini komputer Honeywell DDP-516 dengan 12K ingatan. Rangkaian ini menghubungkan empat buah komputer yang bertindak sebagai nod, iaitu di UCLA sebagai Network Measurement Center, Stanford Research Institute sebagai Network Information Center (NIC), University of California Santa Barbara (UCSB) dan  University of Utah. Kesemua nod ini adalah merupakan hubungan antara Jabatan Pertahanan Amerika Syarikat dengan penyelidik ketenteraan di universiti. Tujuan asas ARPANET adalah untuk membentuk suatu rangkaian komunikasi bertujuan mempertahankan diri dari serangan musuh dan perbuatan sabotaj. Di samping itu, ia juga bertujuan membangunkan rangkaian yang membenarkan para saintis dan penyelidik berkongsi sumber maklumat. ARPANET juga bertujuan membangunkan satu rangkaian yang mudah alih dan bebas daripada kongkongan pihak-pihak tertentu. Rangkaian ARPANET ini dijalinkan dengan berasaskan kepada Protokol Kawalan Rangkaian (NCP : Network Control Protokol).

sejarah internet di indonesia

Awal Internet Indonesia

RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.

Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m. Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994. Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YC0MLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.

Di tahun 1986-1987 yang merupakan awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan radio amatir. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.

RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) merupakan motor dibalik operasional Internet di UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC [1].

Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.

Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DLR Jerman.

Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Bapak Menteri Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang “maniak” IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.

Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.

Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting.

posting lisna yang ke..4!!!

Syair..adalah kebijakan yang mempesonakan,..

                    Kebijakan,adalah syair yang bernyanyi dalam pikiran…

                                    tiada pernah merebut peluang,,

                        jika kau tak,manfa’atkan waktumu dengan baik..

                            Hidup bak tetes embun di kelopak mawar,,

                                        Begitu indah,.sejuk,,manis.,

                        namun terkadang akan layu,,dan kering..

                        Bak..daun-daun musim gugur yang telah menguning,,

                    ditiup dan dihamburkan angin ketika musim dingin kehidupan mendekat.,,,

                            Adalah sebuah tawa..jika di jadikannya tawa.,,                            Adalah sebuah duka,,jika dijadikaanya duka,,.

                karna kehidupan adalah anugerah..oleh Sang Kuasa..tuk kita menangis dan tertawa                                             dengan penuh Panjatan..Do’a!!!!!!! 

posting gue nich

halllooooo…ketemu lagi ma lisna…ha..3x!pada kangen gak..(cie..suit..suit,PD amat sich ni anak)..aq pengen crita2 boleh gk..,aq pusiing buanget nic akh2 nich tugas sekolah bunyak buanget..kalian gimana??moga-moga ja tugasnya dah pada beres semua end jangan lupa belajar yang rajin ya..!!semesterannyakan dah di depan mata…SUKSES YA..!!SEMANGAT.,SALAM LISNA..sampai jumpa di posting berikutnya..!!

eh..aq poenya band lhoo

hay..hay!lisna numpang ngbrol y..aq pengen kasih tw klo-klo aq punya band lhoo..namanya xassandra baguskan?dlu sich namanya bukan xassandra tp marvell,yg artinya adlh menakjubkan..kayak aq gitu loch..(gak-gak,bercanda ko’),tp ternyata nama marvell dah dipake ma band asal Bandung,maka namanya mjd xassandra..he..3x!tp gak kalah kerenkan!ohya..lupa aq pegang keyboard lhoo..(hebatkan…)

personilnya ada lima,,:vocal(danie) gitar(shiva)bass(hana)drum(domas)&gue sendiri(liesna..he..he)!ydh..buat kalian semua yang pengen kenal lbh deket ma kita-kita bisa kirim e-mailnya ke shehwa_mong@yahoo.co.id!sekian dlu ya sampai jumpa di edisi berikutnya..SEMGAT!!DAAAH…

hay..friends

alloow semua..,,gimana punya kabar??fine2 azkan??nama gue Liezna,,gue anaknya baek lhoo,,suka bercanda,suka banget ma yang lucu2,nyambungan kalo di ajak ngobrol,bisa jadi pendengar setia bagi kamu2 yang demen curhat,,(wah..wah jadi promosi nich)N gak ketinggalan gue jg suka banget makan mie ayam(he…,3xgak ada yang tannya kalee)gue jamin dech jadi temen gue pasti gak bakalan Boring.,he..he..!ydh met kenal aja ya buat semua,,SALAM LIEZNA,,SEMANGAT!!!!

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!